Rembuk Stunting dan penandatanganan kesepakatan komitmen penanggulangan stunting

  • Selasa, 01 Oktober 2019 - 07:28:48 WIB
  • Administrator
Rembuk Stunting dan penandatanganan kesepakatan komitmen penanggulangan stunting

PENANDATANGANAN : Bupati Kubar FX.Yapan bersama OPD terkait, sepakat dan komitmen untuk penurunan stunting secara terintegrasi di kubar. 

SENDAWAR- Dalam rangka pencegahan Stunting di Kutai Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat melaksanakan Rembuk Stunting dalam upaya percepatan penurunan stunting secara terintegrasi dan penandatanganan kesepakatan komitmen penanggulangan dan stunting oleh OPD terkait yang dilaksanakan di Ruang Aji Tullur Jejangkat(ATJ), Senin (30/09)pagi. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Yacob Tullur, Ketua DPRD Kubar, Asisten I Misran Effendi, Kepala Dinas, para Camat, Ketua Tim Penggerak PKK, Pimpinan Puskesmas, Pimpinan Bank,  BP3D Kutai Barat, Direktur RSUD HIS, Para Petinggi, serta Organisasi Masyarakat.

Bupati Kutai Barat FX. Yapan mengatakan bahwa saat ini wilayah Kabupaten Kutai Barat dihadapkan pada masalah stunting, yakni kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari Pertama Kehidupan yang berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan otak. Saat ini terdapat kurang lebih 19.200 balita di Kubar. Dan di Kubar sebarannya cukup signifikan.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengupayakan percepatan perbaikan gizi seperti yang diamanahkan dalam Perpres Nomor 42 Tahun 2013, tanggal 23 Mei 2013, tentang Gerakan Nasional (Gernas) Percepatan Perbaikan Gizi yang merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana dan terkoordinasi untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat dengan prioritas pada Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), katanya dalam sambutan.

"Fenomena adanya bayi stunting di Kubar tentu saja hal ini sangat memprihatinkan  dan harus segera ditindaklanjuti dengan serius. Dan secara nyata bersungguh-sungguh mengupayakan berbagai kebijakan melalui sektor terkait untuk mengurangi bahkan menghapuskan stunting di Kutai Barat," harapnya. Berangkat dari hal ini, perlu saya tekankan bahwasanya melalui kegiatan yang dilaksanakan pada pagi hari ini hendaknya  kita semua tanpa terkecuali agar dapat merapatkan barisan dan secara nyata bersungguh-sungguh mengupayakan berbagai kebijakan melalui sektor terkait untuk memerangi stunting di Kutai Barat. Selanjutnya melalui  Kesepakatan Komitmen kita bersama ini hendaknya kita pahami bersama sebagai bagian penegasan yang amat penting antara Pemerintah Daerah, Masyarakat dan Pemangku Kepentingan serta Pihak Terkait untuk dapat menjalin sinergi yang baik untuk memerangi stunting ini.

Dijelaskan oleh Ketua Panitia Achmad Sofyan bahwa maksud dan tujuan Rembuk pada hari ini adalah memastikan terjadinya integrasi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting secara bersama sama melakui program/kegiatan antar OPD dengan sektor lain Non Pemerintah serta masyarakat luas. "Dengan dilakukan  bersama secara terkonvergensi dan terarah sesuai lokus yang telah ditetapkan stunting dapat berkurang bahkan dapat dieliminasi ditahun tahun mendatang,"pungkasnya.(hms36)

 

  • Selasa, 01 Oktober 2019 - 07:28:48 WIB
  • Administrator

Berita Terkait Lainnya